Selasa, 22 September 2015

Aku untuk Indonesiaku



Bangsa yang sejahtera pasti ditentukan oleh kemajuan akan ekonominya. Namun kemajuan ekonomi hanya bisa dicapai jika bangsa tersebut memiliki sumber daya manusia yang jujur dan berkualitas. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas itu sendiri pastilah harus berpendidikan yang baik. Jadi bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa.

Dengan pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja masih sangat sulit. dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Salah satunya ialah pendidikan yang tidak merata.

Berbagai permasalahan seringkali menghambat peningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya mewarnai perjalanan pendidikan di Indonesia. Di suatu daerah terpencil masih banyak dijumpai kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikannya. Angka putus sekolah yang masih tinggi. Juga masalah kekurangan guru, walaupun pada sebagian daerah, khususnya daerah perkotaan persediaan guru berlebih. Sarana dan prasarana yang belum memadai. Itulah sederat fakta-fakta yang menghiasai wajah pendidikan kita di daerah terpencil.


Wajah pendidikan di daerah tertinggal memang masih terlihat suram. Hingga saat ini, pemerintah seakan tak berbuat banyak dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Fasilitas yang kurang lengkap dan tenaga pengajar yang kurang menjadi salah satu hambatan bagi berkembangnya minat belajar para masyarakat pelosok.

Terkait dengan peran pemerintah dalam masalah pemenuhan tenaga pendidik, pemerintah kita (melalui dinas pendidikan) sebenarnya secara khusus telah berusaha melakukan pemenuhan melalui penempatan guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang ditempatkan di daerah tertinggal atau terpencil. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru yang enggan mengajar di daerah terpencil dengan beragam alasan. Menurut Berg (2006) dalam Riza Diah, AK dan Pramesti Pradna P., salah satu faktor yang menyebabkan keengganan para guru untuk mengajar di daerah terpencil atau tertinggal adalah letak sekolah yang sulit dijangkau. Alasan berikutnya adalah minimnya fasilitas dan hiburan. Di Indonesia, pada umumnya guru yang mengajar di daerah terpencil tidak betah dikarenakan fasilitas yang tidak memadai. Selain jauh dari pusat keramaian, fasilitas tempat tinggal guru juga tidak dipenuhi oleh pemerintah. Akibatnya banyak guru yang merasa tidak nyaman dan mengajukan pindah ke sekolah yang berada di perkotaan.



Bagi masyarakat pedalaman, pendidikan memang masih dipandang sebelah mata. Parahnya, pemerintah sebagai pengatur kebijakan pendidikan pun bersikap kurang adil pada sistem dan infrastruktur pendidikan yang berada di daerah pelosok. Perbedaan yang sangat kontras bisa kita lihat jika membandingkan fasilitas sekolah di kota besar dengan sekolah terpencil. Di sekolah negeri di perkotaan, sudah tentu memiliki gedung sendiri, lapangan olahraga, laboratorium, perpustakaan dengan buku yang lengkap, laboratotium komputer dan para pengajar yang telah mengeyam pendidikan keguruan. Sedangkan, sekolah di desa terpencil tak ada komputer yang bisa digunakan siswa untuk membuka cakrawala. Guru yang mengajar kebanyakan hanya lulusan SMA dan belum memperoleh pendidikan keguruan. Terkadang tak memiliki gedung sendiri atau harus saling berbagi ruangan. Coba kita lihat gambar yang ada di atas, itu merupakan salah satu potret gambaran keadaan sekolah yang sangat jauh dari kata mewah, sekolahnya pun hanya terdiri dari 3 ruangan saja sehingga murid-muridnya saling berbagi tempat untuk belajar.

Dengan adanya berbagai permasalahan penyelenggaran pendidikan di daerah tertinggal atau terpencil, seharusnya masalah pelayanan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat luas melalui berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi lainnya bisa ikut terlibat dalam membantu mengatasi berbagai kekurangan layanan pendidikan di daerah terpencil. Bagi setiap orang, pendidikan sangatlah penting untuk saat ini, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang tanpa kita sadari dan sebagai seorang pemuda (mahahsiswa), para pemuda diharapkan bisa menyebarkan ilmu yang sudah didapatkan kepada masyarakat sekitar karena pendidikan adalah prioritas utama yang berguna dalam pembangunan bangsa. Sebagai pemuda yang peduli setidaknya kita bisa berbagi sedikit apa yang kita bisa lakukan untuk daerah meskipun dengan hal-hal kecil sekalipun. Mungkin kita tidak punya apa-apa secara materil untuk dibagikan ke masyarakat, namun kita memiliki tenaga dan sedikit ilmu yang kita dapat hingga bangku kuliah, bukankah kita bersusah payah belajar untuk menjadi pribadi yang berguna?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar