Bangsa yang sejahtera pasti
ditentukan oleh kemajuan akan ekonominya. Namun kemajuan ekonomi hanya bisa
dicapai jika bangsa tersebut memiliki sumber daya manusia yang jujur dan
berkualitas. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas itu sendiri
pastilah harus berpendidikan yang baik. Jadi bisa dikatakan bahwa pendidikan
merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa.
Dengan pendidikan yang tinggi, maka
akan semakin baik sumber daya manusia, dan pada akhirnya akan semakin tinggi
pula daya kreatifitas dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di
Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan
standar nasional saja masih sangat sulit. dengan kondisi negara Indonesia yang
sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita
dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
Salah satunya ialah pendidikan yang tidak merata.
Berbagai permasalahan seringkali
menghambat peningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah
tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya mewarnai perjalanan pendidikan di
Indonesia. Di suatu daerah terpencil masih banyak dijumpai kondisi di mana
anak-anak belum terlayani pendidikannya. Angka putus sekolah yang masih tinggi.
Juga masalah kekurangan guru, walaupun pada sebagian daerah, khususnya daerah
perkotaan persediaan guru berlebih. Sarana dan prasarana yang belum memadai.
Itulah sederat fakta-fakta yang menghiasai wajah pendidikan kita di daerah
terpencil.
Wajah pendidikan di daerah tertinggal
memang masih terlihat suram. Hingga saat ini, pemerintah seakan tak berbuat
banyak dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Fasilitas yang kurang lengkap
dan tenaga pengajar yang kurang menjadi salah satu hambatan bagi berkembangnya
minat belajar para masyarakat pelosok.
Terkait dengan peran pemerintah dalam
masalah pemenuhan tenaga pendidik, pemerintah kita (melalui dinas pendidikan)
sebenarnya secara khusus telah berusaha melakukan pemenuhan melalui penempatan
guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang ditempatkan di daerah tertinggal
atau terpencil. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru
yang enggan mengajar di daerah terpencil dengan beragam alasan. Menurut Berg
(2006) dalam Riza Diah, AK dan Pramesti Pradna P., salah satu faktor yang
menyebabkan keengganan para guru untuk mengajar di daerah terpencil atau
tertinggal adalah letak sekolah yang sulit dijangkau. Alasan berikutnya adalah
minimnya fasilitas dan hiburan. Di Indonesia, pada umumnya guru yang mengajar
di daerah terpencil tidak betah dikarenakan fasilitas yang tidak memadai.
Selain jauh dari pusat keramaian, fasilitas tempat tinggal guru juga tidak
dipenuhi oleh pemerintah. Akibatnya banyak guru yang merasa tidak nyaman dan
mengajukan pindah ke sekolah yang berada di perkotaan.
Bagi masyarakat pedalaman, pendidikan memang masih dipandang sebelah mata. Parahnya, pemerintah sebagai pengatur kebijakan pendidikan pun bersikap kurang adil pada sistem dan infrastruktur pendidikan yang berada di daerah pelosok. Perbedaan yang sangat kontras bisa kita lihat jika membandingkan fasilitas sekolah di kota besar dengan sekolah terpencil. Di sekolah negeri di perkotaan, sudah tentu memiliki gedung sendiri, lapangan olahraga, laboratorium, perpustakaan dengan buku yang lengkap, laboratotium komputer dan para pengajar yang telah mengeyam pendidikan keguruan. Sedangkan, sekolah di desa terpencil tak ada komputer yang bisa digunakan siswa untuk membuka cakrawala. Guru yang mengajar kebanyakan hanya lulusan SMA dan belum memperoleh pendidikan keguruan. Terkadang tak memiliki gedung sendiri atau harus saling berbagi ruangan. Coba kita lihat gambar yang ada di atas, itu merupakan salah satu potret gambaran keadaan sekolah yang sangat jauh dari kata mewah, sekolahnya pun hanya terdiri dari 3 ruangan saja sehingga murid-muridnya saling berbagi tempat untuk belajar.
Dengan adanya berbagai permasalahan penyelenggaran pendidikan di
daerah tertinggal atau terpencil, seharusnya masalah pelayanan pendidikan tidak
hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat luas melalui berbagai
organisasi kemasyarakatan dan organisasi lainnya bisa ikut terlibat dalam
membantu mengatasi berbagai kekurangan layanan pendidikan di daerah terpencil. Bagi
setiap orang, pendidikan sangatlah penting untuk saat ini, mengingat
perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang tanpa kita sadari dan sebagai
seorang pemuda (mahahsiswa), para pemuda diharapkan bisa menyebarkan ilmu yang
sudah didapatkan kepada masyarakat sekitar karena pendidikan adalah prioritas
utama yang berguna dalam pembangunan bangsa. Sebagai pemuda yang peduli
setidaknya kita bisa berbagi sedikit apa yang kita bisa lakukan untuk daerah
meskipun dengan hal-hal kecil sekalipun. Mungkin kita tidak punya apa-apa
secara materil untuk dibagikan ke masyarakat, namun kita memiliki tenaga dan
sedikit ilmu yang kita dapat hingga bangku kuliah, bukankah kita bersusah payah
belajar untuk menjadi pribadi yang berguna?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar